Algoritma Diagnosis Interaktif
Apakah terdapat riwayat trauma akut?
Apakah keluhan berasal dari sendi (Artikular) atau luar sendi (Non-Artikular)?
Apakah durasi keluhan Akut (<6 minggu) atau Kronis (≥6 minggu)?
Apakah terdapat tanda inflamasi?
Apakah terdapat tanda inflamasi?
Berapa jumlah sendi yang terlibat?
Berapa jumlah sendi yang terlibat?
Hasil Kemungkinan Diagnosis:
Membedakan Nyeri Artikular dan Non-Artikular
| Gambaran Klinis | Artikular | Non-Artikular |
|---|---|---|
| Lingkup Gerak Sendi | Terbatas, kurang lebih sama pada semua gerakan | Terbatas, tetapi tidak simetris |
| Gerakan Aktif/Pasif | Terbatas pada gerakan aktif kurang lebih sama dengan gerakan pasif | Keterbatasan dalam gerakan aktif tidak sesuai dengan pada gerakan pasif |
| Nyeri Tekan | Pada sendi (joint line) | Pada area sekitar sendi (periartikular) |
| Bengkak | Menyeluruh (Diffuse) | Terbatas (Localized) |
Membedakan Kondisi Inflamasi dan Non-Inflamasi
| Pemeriksaan | Inflamasi Artikular | Non-Inflamasi Artikular |
|---|---|---|
| Hangat | Ya, merata di seluruh sendi | Tidak |
| Bengkak | Ya, biasanya sendi bengkak menyeluruh (efusi) | Tidak ada efusi, mungkin terdapat pembesaran tulang |
| Kemerahan | Jarang, jika ada seluruh sendi merah | Tidak |
Kekakuan Pagi: Inflamasi (>30 menit), Non-inflamasi (<30 menit).
Pola Keterlibatan Sendi: Aditif (bertambah, cth: AR), Migratori (berpindah, cth: Demam Reumatik), Intermiten (episode berbeda, cth: Gout).
Kriteria Diagnosis (ACR/EULAR 2010)
Skor ≥6 mengklasifikasikan sebagai RA definit.
Skor Aktivitas Penyakit (DAS28)
Kriteria Diagnosis (ACR/EULAR 2019)
Prasyarat: ANA ≥1:80. Skor ≥10 mengklasifikasikan sebagai SLE.
Skor Aktivitas Penyakit (SLEDAI-2K)
Ceklis jika manifestasi ada (persist/baru/rekuren) dalam 30 hari terakhir.
Demam: Temperatur >38,3°C.
Leukopenia: Hitung sel darah putih <4000/mm³.
Trombositopenia: Jumlah trombosit <100.000/mm³.
Hemolisis Autoimun: Bukti hemolisis (retikulositosis, haptoglobin rendah, bilirubin indirek meningkat) dan tes Coomb direk positif.
Delirium: Perubahan kesadaran, berkurangnya fokus, gejala berkembang cepat dan berfluktuasi, disertai perubahan fungsi kognitif atau perilaku.
Psikosis: Delusi dan/atau halusinasi tanpa disertai insight, dan tidak terdapat delirium.
Kejang: Kejang umum primer atau kejang parsial/fokal.
Non-scarring Alopecia: Kerontokan rambut tanpa jaringan parut yang ditemukan oleh dokter.
Ulkus Oral: Ulkus oral yang ditemukan oleh dokter.
Lupus Kutan Akut/Subakut/Diskoid: Ruam malar, ruam makulopapular, erupsi anular atau papuloskuamosa, atau lesi eritematosus-violaceous dengan atrofi dan dispigmentasi.
Efusi Pleura/Perikardial: Terbukti melalui USG, X-ray, CT scan, atau MRI.
Perikarditis Akut: ≥2 dari: nyeri dada perikardium, pericardial rub, gambaran EKG khas, atau efusi perikardium baru/memburuk.
Keterlibatan Sendi: Sinovitis (bengkak/efusi) pada ≥2 sendi ATAU nyeri tekan pada ≥2 sendi disertai kaku pagi ≥30 menit.
Proteinuria: >0,5 g/24 jam.
Biopsi Ginjal: Sesuai klasifikasi ISN/RPS 2003 untuk Nefritis Lupus kelas II, III, IV, atau V.
Antibodi Antifosfolipid: Anti-kardiolipin, anti-β2GP1, atau Lupus Antikoagulan positif.
Komplemen Rendah: C3 atau C4, atau keduanya, di bawah batas normal.
Antibodi Spesifik: Anti-dsDNA atau Anti-Smith positif.
Gangguan Visual (8): Perubahan retina (badan sitoid, perdarahan, eksudat), skleritis, episkleritis, neuritis optik.
Sakit Kepala Lupus (8): Sakit kepala berat persisten, migrainous, tidak respon narkotik.
CVA (8): Defisit onset baru, eksklusi arteriosklerosis.
Vaskulitis (8): Ulserasi, gangren, nodul jari, infark periungual, splinter hemorrhage.
Artritis (4): >2 sendi nyeri dan tanda inflamasi (bengkak, efusi).
Miositis (4): Nyeri otot proksimal, kelemahan, peningkatan CPK/Aldolase, atau EMG/Biopsi.
Silinder Urin (4): Heme granular atau silinder sel darah merah.
Hematuria (4): >5 RBC/HPF (singkirkan batu, infeksi, penyebab lain).
Proteinuria (4): >0.5 g/24 jam onset baru.
Piuria (4): >5 WBC/HPF (singkirkan infeksi).
Ruam Baru (2): Tipe inflamasi baru atau rekuren.
Pleuritis (2): Nyeri pleuritik dengan rub/efusi/penebalan pleura.
Perikarditis (2): Nyeri perikardial dengan rub/efusi/EKG.
Komplemen Rendah (2): C3, C4, atau CH50 dibawah batas normal.
Peningkatan DNA Binding (2): >25% binding oleh Farr assay (atau di atas normal lab lokal).
Kriteria Diagnosis (CASPAR)
Prasyarat: penyakit sendi inflamasi. Skor ≥3 mengklasifikasikan sebagai PsA.
Skor Aktivitas Penyakit (DAPSA)
Penilaian aktivitas penyakit pada Artritis Psoriatik.
Kriteria Diagnosis (ASAS)
Untuk pasien dengan nyeri punggung ≥3 bulan, onset <45 tahun.
Skor Aktivitas Penyakit (BASDAI)
Isi 6 skala analog visual (0-10) untuk 7 hari terakhir.
Kriteria Diagnosis (ACR/EULAR 2013)
Skor ≥9 mengklasifikasikan sebagai Sklerosis Sistemik definit.
Aktivitas Penyakit (mRSS)
Masukkan skor kulit Rodnan yang dimodifikasi (mRSS) untuk interpretasi.

Kriteria Diagnosis (ACR/EULAR 2015)
Prasyarat: ≥1 episode nyeri sendi perifer. Skor ≥8 mengklasifikasikan sebagai Gout.
Kelas Fungsional Gout
Tentukan kelas fungsional pasien berdasarkan kemampuannya.
Daftar Referensi
- Buku Saku Reumatologi (2020)
Perhimpunan Reumatologi Indonesia (IRA). Sumber utama untuk alur diagnosis, kriteria penyakit, dan tatalaksana yang diadaptasi untuk kondisi di Indonesia. - Kriteria Klasifikasi Gout ACR/EULAR (2015)
Neogi T, et al. 2015 Gout classification criteria. Arthritis Rheumatol. 2015;67(10):2557–68. - Kriteria Klasifikasi Artritis Reumatoid ACR/EULAR (2010)
Aletaha D, et al. 2010 Rheumatoid Arthritis Classification Criteria. Arthritis Rheum. 2010;62(9):2569–81. - Kriteria Klasifikasi SLE ACR/EULAR (2019)
Aringer M, et al. 2019 EULAR/ACR classification criteria for SLE. Arthritis Rheumatol. 2019;71(9):1400–12. - Kriteria Klasifikasi Spondiloartritis Aksial ASAS (2009)
Rudwaleit M, et al. The development of ASAS classification criteria for axial spondyloarthritis. Ann Rheum Dis. 2009;68(6):770–6. - Kriteria Klasifikasi Artritis Psoriatik (CASPAR) (2006)
Taylor W, et al. Classification criteria for psoriatic arthritis. Arthritis Rheum. 2006;54(8):2665–73. - Kriteria Klasifikasi Sklerosis Sistemik ACR/EULAR (2013)
Hoogen F Van Den, et al. 2013 Classification Criteria for Systemic Sclerosis. Arthritis Rheum. 2013;65(11):2737–47.